Nilna Almuna Resmi Pimpin TP-PKK Kabupaten Tegal, Fokus pada Stunting dan Kemiskinan

Nilna Almuna istri Ischak Maulana Rohman

Tegal, 5 Maret 2025 – Sebuah babak baru dalam pengelolaan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Tegal dimulai dengan pelantikan Nilna Almuna (istri Ischak Maulana Rohman) sebagai Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tegal. Bertempat di Pendopo Amangkurat, momen sakral ini menandai langkah strategis baru dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pelantikan ini dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta pengurus TP-PKK dari berbagai tingkat. Dalam suasana penuh semangat, Nilna menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat Kabupaten Tegal. Fokus utama kepemimpinannya adalah meningkatkan kualitas hidup keluarga, terutama bagi kelompok rentan.

Sebagai Ketua TP-PKK, ia bertekad untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta berbagai elemen masyarakat agar program-program kesejahteraan keluarga berjalan efektif dan tepat sasaran.

Turunnya Angka Kemiskinan dan Stunting

Dalam sambutannya, Nilna mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Tegal mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan turun sebesar 0,49 persen poin, dari 7,30 persen menjadi 6,81 persen per Maret 2024. Capaian ini menjadi bukti bahwa kebijakan pembangunan daerah mulai membuahkan hasil yang nyata bagi masyarakat.

Isu kesehatan juga mendapat perhatian khusus. Berdasarkan data dari elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (EPPGBM), prevalensi stunting mengalami penurunan sebesar 1,7 persen poin, dari 18,3 persen di akhir 2023 menjadi 16,6 persen di pertengahan 2024. Penurunan ini dianggap sebagai langkah positif dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan cerdas.

Namun, di balik angka-angka positif tersebut, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi. Nilna menekankan bahwa masalah sosial seperti kemiskinan ekstrem, akses terhadap pendidikan, dan gizi seimbang masih memerlukan perhatian lebih agar perubahan yang terjadi dapat berkelanjutan.

Perkawinan Anak di Kabupaten Tegal

Dalam paparannya, Nilna juga menyinggung persoalan perkawinan anak yang masih tinggi di Kabupaten Tegal. Ia menegaskan bahwa fenomena ini bukan hanya sekadar isu sosial, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang, seperti peningkatan risiko kekerasan dalam rumah tangga, tingginya angka perceraian, hingga kontribusi terhadap pertumbuhan keluarga miskin baru.

Maraknya perkawinan anak juga menjadi faktor utama yang memperburuk masalah kesehatan dan pendidikan. Anak perempuan yang menikah di usia muda berisiko mengalami komplikasi saat kehamilan, putus sekolah, serta keterbatasan ekonomi di masa depan. Oleh karena itu, perlu langkah strategis dalam mengatasi fenomena ini.

Sebagai langkah konkret, TP-PKK Kabupaten Tegal akan mengoptimalkan program Gerakan Pencegahan Perkawinan Anak Pandu Cinta serta Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (Paredi) untuk mengedukasi masyarakat mengenai dampak negatif dari pernikahan dini. Dengan pendekatan berbasis komunitas, program ini diharapkan mampu menekan angka perkawinan anak secara signifikan.

Posyandu sebagai Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat

Posyandu di Kabupaten Tegal kini diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga berkembang sebagai lembaga kemasyarakatan yang berperan dalam enam standar pelayanan minimal, meliputi bidang kesehatan, pendidikan, sosial, keamanan, ketertiban dan perlindungan masyarakat, serta pekerjaan umum dan perumahan rakyat.

Salah satu program unggulan yang akan digenjot adalah Posyandu Ketuk Pintu, yang bertujuan untuk mencegah stunting sejak dini dengan memberikan pendampingan kepada remaja perempuan, calon pengantin, ibu hamil, serta anak-anak usia dini. Program ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan dengan lebih efektif.

Selain itu, untuk meningkatkan kinerja posyandu, TP-PKK berencana membentuk tim pembina posyandu mulai dari tingkat kecamatan hingga desa atau kelurahan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap program dapat berjalan optimal serta mendapatkan dukungan anggaran yang memadai.

“Kita harus segera membentuk tim pembina Posyandu mulai dari tingkat kecamatan hingga desa atau kelurahan serta menyiapkan penganggarannya,” tegas Nilna.

Dukungan dari Pemerintah Daerah

Bupati Tegal (Ischak Maulana Rohman), dalam kesempatan yang sama menyampaikan harapannya agar TP-PKK dan Tim Pembina Posyandu dapat menjalankan tugasnya secara optimal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program prioritas, terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta lansia.

Dalam pandangannya, keberhasilan TP-PKK dan Posyandu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk aktif berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan sejahtera.

“Saya minta tim penggerak PKK dan tim pembina Posyandu terus mendukung pelaksanaan program strategis pemerintah daerah,” ujar Ischak.

Di tengah tantangan yang masih membayangi, kepemimpinan Nilna Almuna di TP-PKK Kabupaten Tegal diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakat. Dengan visi yang jelas dan program yang terukur, TP-PKK menjadi ujung tombak dalam mendorong kesejahteraan keluarga dan penguatan peran perempuan di daerah.

Keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang dibuat, tetapi juga oleh semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Masa depan Kabupaten Tegal bergantung pada bagaimana komitmen ini diwujudkan dalam aksi nyata.

Saat harapan bertemu dengan kerja keras, perubahan bukan lagi sekadar wacana. TP-PKK dan Posyandu yakni garda bangsa terdepan, dan dengan semangat gotong royong, Kabupaten Tegal siap melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera.

By kim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *