Taj Yasin Maimoen Ingin Maju sebagai Calon Ketum PPP, Partai Harus Kembali ke Pesantren

Taj Yasin Maimoen Ingin Maju sebagai Calon Ketum PPP

Semarang, 13 Maret 2025 – Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kian menghangat jelang Muktamar ke-10 yang direncanakan berlangsung setelah Lebaran 2025. Nama Taj Yasin Maimoen, atau yang akrab disapa Gus Yasin mengemuka sebagai calon kuat untuk menduduki kursi Ketua Umum.

Isyarat tersebut muncul dalam pertemuan para pengurus, tokoh, dan kiai PPP se-Jawa Tengah dalam acara buka puasa bersama di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Mijen, Semarang, pada Kamis (13/3). Dalam kesempatan itu, sejumlah pihak menyampaikan aspirasi agar Gus Yasin maju sebagai pemimpin partai berlambang Ka’bah itu.

“Saya belum bisa mengatakan maju atau tidak, semua saya kembalikan kepada para pengurus daerah dan wilayah,” ujar Gus Yasin merespons dorongan tersebut. Meski demikian, ia menyatakan kesiapannya jika memang diberikan amanah dan dianggap layak untuk mengemban tugas besar tersebut.

Gus Yasin menyoroti pentingnya memperkuat PPP dengan kembali ke akar perjuangannya, yakni pesantren. Menurutnya, PPP harus merangkul kembali para kiai dan pesantren yang selama ini menjadi kekuatan utama partai. Strategi ini dinilai sebagai langkah fundamental untuk mengembalikan kejayaan PPP setelah gagal menembus parlemen pada Pemilu 2024.

“Kuncinya, PPP harus kembali ke pesantren. Kita rangkul lagi para kiai dan pesantren yang dulu membesarkan PPP,” tegas mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah itu.

Putra ulama kharismatik Mbah Maimoen Zubair, ini menegaskan bahwa pertemuan tersebut lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Diskusi mendalam dilakukan guna membahas strategi agar PPP bangkit kembali. Solidaritas antar kader dan kiai dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kembali kekuatan partai menjelang Muktamar.

Terkait kegagalan PPP dalam Pemilu 2024, Gus Yasin enggan berspekulasi. Ia lebih memilih untuk mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut, seraya mengingat pesan ayahnya bahwa ada kalanya partai harus “tirakat” atau beristirahat dari parlemen sebagai bagian dari perjalanan politik.

“Soal penyebab kegagalan, saya tidak mau berandai-andai. Mungkin ini teguran Allah. Mbah Moen pernah bilang, PPP harus tetap ada untuk menjadi penyeimbang Indonesia,” ujarnya.

Muktamar PPP dijadwalkan berlangsung setelah Lebaran, kemungkinan besar pada akhir April atau awal Mei 2025. Sejumlah kota, termasuk Semarang, disebut sebagai kandidat lokasi penyelenggaraan forum tertinggi partai tersebut.

PPP saat ini dipimpin oleh Plt Ketua Umum Muhamad Mardiono sejak Mukernas 2022. Namun, kegagalan partai untuk melampaui ambang batas parlemen menjadi catatan kelam dalam sejarah PPP. Kondisi ini mendorong desakan dari internal partai agar kepemimpinan segera diganti.

Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masruhan Samsurie, menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan kebutuhan mendesak demi menyelamatkan partai. Ia menilai bahwa perubahan pucuk pimpinan akan menjadi langkah awal dalam proses revitalisasi partai.

“Tidak bisa tidak, ketua harus diganti. Ini sudah mendesak,” kata Masruhan tegas.

Dalam forum tersebut, suara dukungan terhadap Gus Yasin semakin menguat. Sejumlah pengurus daerah dan kiai secara terbuka menyatakan sikap untuk mendukungnya sebagai calon Ketua Umum PPP.

“Tema Muktamar adalah kembalinya PPP ke pesantren. Bismillah, kita dukung Gus Yasin,” ujar KH Fadlolan Mussaffa, Pengasuh Ponpes Fadhlul Fadhlan Semarang, yang disambut antusias oleh para hadirin.

Dengan mengusung semangat kembali ke pesantren, Gus Yasin berpotensi menjadi figur pemersatu yang mampu menghidupkan kembali basis-basis tradisional PPP. Kini, bola panas ada di tangan para kader dan pengurus wilayah untuk menentukan arah baru partai dalam Muktamar mendatang.

By kim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *